jump to navigation

Kangen (Nostalgia) Motor 2-tak 9 February 2016

Posted by The Naked Rider in Artikel.
Tags:
trackback

Saya naik motor sudah lama. Sejak tahun 1974 nyuri-nyuri bawa Honda C-90 kepunyaan om. Tapi saya sedang tidak membicarakan Honda tersebut. Yang mau dibicarakan adalah hal yang lain. Saya mau bernostalgia sejenak. Mengenang kejayaan motor 2-tak.

Pada saat saya sekolah dan kuliah dulu (tahun 70-an dan 80-an) kebanyakan motor adalah berjenis 2-tak. Pengendaranya tidak bisa pelan karena karakteristik tarikan motor yang spontan membujuk adrenalin untuk membejek gas sampai pol. Ada sensasi khas bau oli samping yang terbakar. Anak2 racing suka menambahkan aditif di oli samping yang berbau harum dan anehnya sangat saya sukai.

Semenjak 30 tahun terakhir ini motor2 2- tak pelan-pelan telah menghilang dari jalanan. Perusahaan otomotif harus mematuhi regulasi yang pro terhadap lingkungan hidup sehingga hanya menjual motor 4-tak untuk pasar Indonesia. Sehingga kalau berkendara di jalan raya yang tercium hanya bau sengak asap knalpot 4-tak yang (terkadang) bikin pusing. Walaupun kadang-kadang kita masih bertemu dengan Kawasaki Ninja 150 (dengan varian fairing dan naked) tapi suasana sekarang telah jauh berbeda. Tiada lagi terdengar raungan cempreng serta asap wangi khas 2-tak yang mendominasi di jalanan. Ingin rasanya kembali ke periode 30-40 tahun yang lalu ketika bunyi motor terasa merdu serta asap knalpot berbau harum. Di ingatan saya berkelebat ke jenis2 kendaraan yang dulu sangat akrab di penglihatan, pendengaran dan penciuman saya yang bagi anak motor sekarang mungkin sudah tidak diingat lagi. Saya kangen sekali motor2 hebat 2-tak yang walaupun cc nya kecil (pada saat itu pada umumnya sepeda motor berkubikasi 100 cc) tapi sangat kencang dan merajai semua sudut jalan di kota dan desa.

Saya ingin menerawang ke masa silam mengingat2 10 besar motor2 anak muda jaman dulu, terutama motor laki2. Saya ingin membagi kenangan dengan anak-anak motor sekarang motor2 2-tak sebagai refleksi karena merupakan bagian sejarah budaya pop bikers nusantara. Kita mulai dengan motor nomor 10 (urutan nomor tidak mencerminkan keunggulan masing2 motor dibandingkan motor lainnya).

Vespa 125 Super (VNC1) 01

10. Vespa Piaggio. Kendaraan ini mudah ditemukan sampai sekarang karena peminatnya masih (sangat) banyak. Bila bertemu Vespa tua yang terawat dengan knalpot ori, pembaca masih bisa mendengarkan bunyi kalengnya yang khas empuk dan enak didengar. Kelebihan Vespa sehingga banyak disukai adalah ruang kaki yang lapang untuk dimuati barang atau diboncengin anak kecil serta cub nya yang lebar sehingga bila pengendara sudah menggunakan ponco ketika hujan lebat tidak mudah kebasahan. Vespa tertua yang pernah saya pakai (tepatnya minjem) adalah Vespa tahun 50 an bawaan Pasukan Perdamaian PBB (Garuda III) dari Indonesia yang ditempatkan di Kongo. Pada saat itu tentara kita bingung membawa oleh2 dari Kongo karena keterbatasan pilihan. Biasanya kalau tidak membawa mesin jahit, tentara kita membawa Vespa pulang ke tanah air. Selanjutnya pada pertengahan tahun 60-an ATPM di Indonesia yaitu PT Danmotors Vespa mulai merakit Vespa di pabriknya yang megah di Kelapa Gading. Saya ingat kantor pemasarannya terletak di Jalan Sudirman, sekarang tanah kosong di seberang Ratu Plaza. Pabriknya sendiri sudah lama tutup, namun daerah tersebut sampai saat ini dinamakan Kelapa Gading Vespa. Waktu saya masih kecil terdapat 2 varian Vespa yang sangat populer yakni Vespa Super (125) dan Vespa Sprint (150 cc).

Yamaha LS2
9. Yamaha LS2. Motor ini keluar pada awal tahun 70-an dan merupakan pendahulu seri RX. Dalam pengamatan saya sebagai anak kecil waktu itu, motor ini banyak disukai anak2 muda yang telah bosan dengan andalan anak muda tahun 1960-an yang cemen, yaitu Honda C-90 tangki panjang yang woles. Motor ini sangat kencang dan sering digunakan untuk balapan di jalan raya.

Suzuki A 100

8. Suzuki A 100. Motor ini diluncurkan awal tahun 1970-an sebagai jawaban Suzuki terhadap Yamaha LS2. Sekarang motor ini sulit ditemui padahal dulu banyak sekali berseliweran di jalan raya. Motor ini sangat andal sehingga digunakan oleh Pak Pos mulai dari perkotaan sampai dengan pelosok2 desa. Terobosan teknologi yang sangat menarik dari motor ini (seingat saya LS2 juga demikian) adalah letak karburatornya yang ngumpet di dalam mesin sehingga terlindung dari angin dan air. Pada umumnya motor ini dipakai oleh bapak2.

Suzuki GT 100
7. Suzuki GT 100. Motor ini diluncurkan Suzuki sekitar tahun 1975-an untuk mengisi segmen anak muda karena menyadari bahwa A 100 dinilai berpenampilan serius dan kebanyakan diminati oleh bapak2. Motor ini diluncurkan bersamaan dengan ‘kakak2’ nya yaitu GT 125, GT 185, GT 250 (2-silinder) dan GT380 (3 silinder). Motor ini sangat populer dengan inovasinya yaitu disk brake pada roda depan. Tapi menurut saya populer bukan karena kencangnya tapi karena gantengnya. Iya, ini adalah motor untuk ngeceng. Seri GT kemudian diikuti oleh seri GP (dikeluarkan 2 varian, 100 cc dan 125 cc). Seri GP adalah motor pertama di Indonesia yang mengadopsi pengapian CDI.

Yamaha RX 100
6. Yamaha RX-100. Sebagai kelanjutan dari LS2, dan sebagai jawaban atas kehadiran Suzuki GT 100, pada tahun 1975-an Yamaha kemudian meluncurkan RX-100 dengan model yang jauh lebih manis dan dimensinya sedikit lebih besar dan tinggi dibandingkan LS2. Model ini memiliki mesin yang sangat kencang dan sangat digemari pembalap jalanan. Varian ini diluncurkan bersamaan dengan ‘kakak’nya RX-125 yang memiliki 2 silinder.

Binter KH 100 ES - 1
5. Kawasaki Binter KH100. Pada akhir tahun 1970-an Kawasaki tidak mau ketinggalan berpartisipasi meramaikan bursa motor. Namun pada saat itu tidak ada yang mengenal PT Kawasaki Motor Indonesia. KMI belum eksis dan produk Kawasaki pada saat itu dirakit oleh sebuah perusahaan bernama PT Bintang Terang (Binter). Oleh karenanya semua produk Kawasaki pada saat itu mengusung nama Kawasaki Binter, seperti KH 100 ini.

Yamaha DT 100 (1976) - 1
4. Yamaha DT-100. Yamaha ini ngetop dengan nama Yamaha Enduro sesuai sub mereknya yang tertera di samping motor. Ini adalah satu-satunya motor trail yang begitu diluncurkan pada tahun 1974 an langsung menjadi hits dan sangat laku. Popularitas motor ini semakin menjulang ketika superstar waktu itu (Roy Marten) main filem menggunakan motor ini sebagai tunggangannya untuk ngeceng. Motor ini juga digunakan superstar lainnya (Pdt) Junaedy Salat di filem Ali Topan Anak Jalanan (1977). Saking ngetopnya motor ini dalam mengeluarkan aura kejantanan, Swara Mahardika Guruh Sukarnoputra juga memakai motor ini sebagai prop di panggung untuk digunakan Achmad Albar dalam menyanyikan lagu Anak Jalanan akhir tahun 1970-an.

suzuki_ts125_duster
3. Suzuki TS 125. Suksesnya DT 100 mencuri perhatian anak2 muda pada saat itu memancing Suzuki untuk mengeluarkan seri TS dengan cc yang lebih besar yang juga menjadi hits pada saat itu. Pokoknya pada akhir tahun 1970-an tersebut raja jalanan adalah motor-motor trail yang asapnya berbau harum.

Yamaha-RX-King-2002
2. Yamaha RX King. Sebagai kelanjutan dari RX 100 pada awal 1980 an itu pula Yamaha mengeluarkan produk 2-taknya yang legendaris dan (menurut saya) tak terkalahkan sampai sekarang, RX King. Kendaraan ini naik kelas dari kelas 100 cc menjadi 135 cc. Motor ini saking kencangnya sangat populer dikalangan jambret sebagai kendaraan untuk melarikan diri karena motor ini boleh dibilang tak terkejar. Motor ini diproduksi selama 30 tahun dan memegang rekor produksi terlama di Indonesia.

Binter AR 125
1. Kawasaki Binter AR 125. Motor ini diluncurkan pada pertengahan 80-an jelas untuk menghadang laju RX King. Rancang bangun motor ini mulai meninggalkan disain tahun 70- 80 an yang kotak2 serba besi dan mulai mengadopsi disain yang aerodinamis menggunakan plastik di sana sini. Untuk ukuran tahun 80-an motor ini sangat cantik dan lain sendiri. Mengapa? Motor ini lah motor pertama di Indonesia yang saya ketahui menggunakan pendingin air. Motor ini sangat kencang sehingga sering digunakan tanding dengan RX King. Sebagian bikers malahan sangat fanatik dengan motor ini dan menganggap motor ini mampu menaklukkan RX King sang Legenda. Ketika saya masih menggunakan Suzuki GT 250 di tahun 80-an, maka hanya AR 125 dan RX King yang berani pecicilan menantang balapan. Kedua motor ini memang sangat kencang dan imbang walaupun cc nya berbeda sedikit. Tapi kalau harus memilih diantara 2 pilihan tersebut saya tetap akan memilih RX King yang memiliki cc yang lebih besar.

Catatan: foto-foto motor di atas ini bukan milik saya namun milik pemiliknya yang berhak. Bila anda pemilik foto tersebut dan keberatan atas dimuatnya foto tersebut di blog saya, maka saya akan menghapusnya dengan permintaan maaf. Tks.

Comments»

1. denelyant - 9 February 2016

nostalgiany mencerahkn bget,,sy jg kang sempet mnikmati era kjayaan mtor 2tak seiring era kejayaan music classic rock cm lbh muda dr akang skitar thn 1988 inget bgt tuh vdeo clip ny godbless yg ad mtor trialny itu,,sy hny menikmati mtor rx king,rxz,cb 100,jetcoold,suzuki TRS,,,,mksh kang nostalgiany,,,bravo para sesepuh bikers n senior2 ny…

2. Skuter Modern Rasa Skuter Vespa Kuno | The Naked Rider - 11 February 2016

[…] tulisan sebelumnya penulis menyampaikan bahwa sejak pertama kali meluncur di jalanan Indonesia (tahun 60-an) sampai […]

3. depiz - 13 March 2016

2 tak memang bikin kangen.. Saya sampai sekarang masih nyisain motor 2 tak jaman SMA dulu (Satria 2T), yg jelas minim perawatan asal oli sampingnya bener..

4. Icha - 10 May 2016

I came to this website because of TWI things. Anyway, your blog is very informative, providing all kind info about motor. And, I enjoyed reading it, especially the post you wrote above. I just knew that there was Vespa’s production in Indonesia. I thought they were purely imported from Italy.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hati-hati Menata Hati

seni menata hati, jiwa dan fikiran

Nunoo's Journal

An ignorant rider

kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

INDOBIKERMAGS

Skutik - Bebek - Sport - Supersport - Superbike - Roadster - Cruiser - Cross - Heavy Enduro - Classic - WSBK - MotoGP

autoblogindonesia

A Simple Blog Contents Automotive Informations

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

Nichoz Blog

Otomotif | Review Produk | Elektronik | Kuliner | Oleh-oleh

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

smartf41z

doa untuk anakku (Faiz-Nafis) agar jadi anak smart

7Leopold7

Catatan ttg bron pit dan perjalanan saya bersama mereka

Otomotoshare's Blog

Sharing Through The Automotive World

learningfromlives.wordpress.com

Gubuk kecil untuk belajar dan berbagi pemikiran.

Yamaha Vixion Club Bogor

MoreThan A Club Activities

%d bloggers like this: