jump to navigation

Ride Safely: Mengenali Karakteristik Motor Matik Untuk Menghindari Celaka 17 May 2014

Posted by The Naked Rider in Artikel.
Tags: ,
trackback

skutik

Beberapa tahun belakangan ini motor skuter matik (skutik) sangat populer sebagai motor komuter perkotaan yang berkarakteristik stop and go. Kepopulerannya sedemikian hebatnya sehingga saat ini angka penjualannya sudah mengalahkan motor bebek yang lebih dahulu dikenal sebagai motor komuter.

Kemudahan yang ditawarkan (hanya tinggal ngegas dan rem), kepraktisannya (tinggal naik, start dan langsung jalan), kehalusan bunyi mesin dan keunggulan tarikan (teknologi CVT memungkinkan kenaikan percepatan tanpa ada jeda sedikitpun) menjadikan skutik sebagai motor favorit bikers muda yang sibuk. Bilapun ada yang dirasakan minus barangkali hanya soal konsumsi BBM yang cenderung boros (ini pendapat  ahli otomotif tukang ojek yang banyak yang ogah pakai matik karena alasan ini).

Namun di balik berbagai features matik yang sangat menarik, skutik dinilai sebagai kendaraan yang kurang aman (dinilai dari tingginya angka kecelakaan yang menimpa pengendara skutik). Benarkah demikian?

Dari diskusi penulis dengan banyak bikers skutik dan dari pengamatan di lapangan ternyata penyebab terbesar dari kecelakaan tersebut adalah KURANGNYA PEMAHAMAN bikers dan SIKAP MASA BODOH bikers terhadap karakteristik KHAS dari skutik. Terutama bikers skutik yang sebelumnya adalah pengendara bebek dan motor sport.

Untuk itu ada beberapa hal yang menjadi karakteristik KHAS skutik yang WAJIB dikenali dan dipahami demi KESELAMATAN karena kekurang pahaman terhadap beberapa karakteristik ini akan mengundang kecelakaan:

1. Ukuran lingkar velg kecil. Ukuran lingkar velg skutik umumnya lebih kecil dari velg bebek dan motor sport  (17 & 18). Beberapa skutik memiliki lingkaran 10 s/d 12 (skutik Italy). Beberapa skutik Jepang memiliki velg 14 dan beberapa skutik memiliki ukuran 16. Semakin kecil lingkar velg/ban semakin rawan pula dalam menghadapi lubang di jalan dan semakin mudah kandas atau terjungkal. Semakin lamanya musim hujan berbanding lurus dengan banyaknya lubang di wajah jalan. Bila siang mungkin lubang-lubang tersebut terlihat jelas sehingga mudah menghindar. Namun bila malam semakin sulit melihat lubang-lubang tersebut. Saran penulis, selalu menjaga kecepatan tetap rendah terutama pada jalan yang belum kita kenal.

2. Skutik tidak memiliki rem kaki. Kedua rem depan dan belakang ada di handle. Biasakan menguasai dan mengingat besaran distribusi kombinasi rem depan belakang sebelum anda menjalankannya. Walaupun banyak bikers yang anti menggunakan rem belakang dan sebagian lagi (mungkin yang biasa main motorcross) anti rem depan, penelitian Honda pada pengereman jalan aspal menunjukkan rem bekerja jauh lebih efektif bila menggunakan kombinasi rem depan dan belakang. Ketika dari kecepatan tinggi dan kita mengerem, maka center of gravity akan pindah kedepan motor. Mengingat center of gravity awal skutik posisinya rendah, ada persis di bawah pantat, maka distribusi rem sekitar 60%-70% depan dan 40%-30% belakang. Pada motor biasa yang center of gravity awalnya sedikit di depan selangkangan (lebih kedepan dan lebih tinggi dibanding skutik) maka distribusi remnya sekitar 70%-80% depan dan 30%-20% belakang.

3. Kuasai teknik penyelaman pengereman. Pengereman (ditekan secara gradual, tidak tiba-tiba) selalu dilakukan pada saat akan menikung dan rem sudah diangkat (tidak mengerem) pas di titik tikungan karena posisi motor dan badan telah miring ke arah belokan dan stang sudah dibelokkan, dan gas mulai akan ditarik. Kadang-kadang perkiraan kita salah dan kita terpaksa mengerem di PAS DI TITIK TIKUNGAN, untuk itu selalu gunakan HANYA rem belakang karena menggunakan rem depan di titik belokan, roda depan rawan slip dan bila roda depan slip sulit dikendalikan. Pada titik ini bila akhirnya motor jatuh, kita menggelosor kedepan motor yang MEMPERBERSAR kemungkinan cedera. Sementara bila kita di tikungan menggunakan rem belakang dan roda belakang slip, motor lebih mudah dikendalikan dan bila kita jatuh juga, kita menggelosor di belakang motor yang menurut saya MENGURANGI kemungkinan cedera. Beberapa skutik telah mengaplikasikan combine braking system dimana motor mengatur sendiri kombinasi besaran rem depan dan belakang pada saat pengereman yang berpotensi bahaya bila mengerem PAS DI TIKUNGAN. MUTLAK kenali dulu teknik pengeremannya, MUTLAK pula berlatih dan membiasakan diri dengan teknik pengereman terutama dijalan menurun dan pada saat akan membelok. Ini terkait pula dengan point berikut yaitu engine break.

4. Tidak ada engine break. Engine break adalah berkurangnya kecepatan karena perpindahan persneling. Misalnya naik motor dalam kecepatan 100 km/jam di perseneling 5 ingin mengurangi kecepatan karena di kejauhan terlihat jalan akan berbelok bila menurunkannya ke perseneling 4 mesin dengan sendirinya akan mengurangi kecepatan. Nah, motor skutik menggunakan teknologi CVT (continously variable transmission) alias tanpa persneling. Kenaikan kecepatan diperoleh dengan memanfaatkan gaya sentrifugal dalam menarik dan melepaskan pulley untuk menaikkan dan menurunkan posisi belt sesuai rasio kecepatan pada primary dan secondary pulley. Jadi kenali karakteristik ini. Bila pada kecepatan tinggi gas tiba-tiba dilepaskan, maka motor akan TETAP nyelonong. Namun jika gas dilepaskan perlahan-lahan ‘senada’ dengan putaran mesin, kecepatan perlahan-lahan akan turun. Tentu saja penurunan kecepatan selalu dibantu oleh kombinasi rem depan dan belakang.

CVT 1

5. Mencapai kecepatan laju lebih lekas. Teknologi CVT memungkinkan skutik dari 0 KM/jam mencapai kecepatan tertinggi (cepat banget bro) lebih lekas dari pada motor biasa. Namun karakteristik yang no engine break membuat skutik lebih lambat untuk mengurangi kecepatan dari kecepatan tinggi sampai  kembali ke 0 KM/jam dibanding motor biasa. Selalu berhati-hati untuk tidak lekas terpancing untuk menarik gas. Dibutuhkan  rasa percaya diri dan pengenalan medan yang baik sebelum memutuskan memacu skutik untuk ngebut. Bila ragu-ragu walau sedikit saja, lebih baik jangan ngebut. Pertahankan kecepatan sesuai kecepatan yang disarankan rambu lalu lintas. Better safe than sorry.

6. Mesin yang senyap. Skutik pada umumnya memiliki noise yang rendah. Sangat halus dan senyap. Ini mengundang potensi bahaya jika mendahului kendaraan lain dan pengemudinya tidak tahu kita akan mendahului sedangkan ia akan membelok atau mengubah arah kendaraan. Penulis menyarankan menggunakan klakson setiap kali akan mendahului atau mengganti knalpot skutik dengan produk after market yang lebih ‘noisy’ sehingga dari noise itu keberadaan kita selalu diketahui pengemudi di depan. Saran kedua agak nyerempet-nyerempet risiko kena tilang karena tidak semua knalpot after market memenuhi standar kebisingan (standar noise maksimum adalah 83dB sesuai dengan standar Kementerian KLH yang dianut UU Lalu lintas). Tapi mendingan ditilang daripada kecelakaan. Ya kan?

Kesimpulan: Ingat petuah dari Ben Parker (paman Spiderman) bahwa with great power comes great responsibility. Responsible lah di jalan dengan cara:

a. Bertenggang rasa dengan pengemudi lain di jalan. Jalan umum bukan milik kita. No slonang slonong

b. Walau motor skutik kencang sekali, tapi ia tidak dirancang untuk balapan. Jadi jangan ngebut.

c. Patuhi selalu peraturan lalu lintas karena kata polisi setiap kecelakaan diawali oleh pelanggaran peraturan.

STAY SAFE BROTHERS!

Comments»

1. Teknik Pengereman Skutik Di jalan Licin | The Naked Rider - 11 June 2014

[…] pernah penulis sampaikan ditulisan terdahulu (lihat tulisan ini) center of gravity skutik terletak kurang lebih di bawah pantat ridernya. Ketika kendaraan […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hati-hati Menata Hati

seni menata hati, jiwa dan fikiran

Nunoo's Journal

An ignorant rider

kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

INDOBIKERMAGS

Skutik - Bebek - Sport - Supersport - Superbike - Roadster - Cruiser - Cross - Heavy Enduro - Classic - WSBK - MotoGP

autoblogindonesia

A Simple Blog Contents Automotive Informations

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

Nichoz Blog

Otomotif | Review Produk | Elektronik | Kuliner | Oleh-oleh

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

smartf41z

doa untuk anakku (Faiz-Nafis) agar jadi anak smart

7Leopold7

Catatan ttg bron pit dan perjalanan saya bersama mereka

Otomotoshare's Blog

Sharing Through The Automotive World

learningfromlives.wordpress.com

Gubuk kecil untuk belajar dan berbagi pemikiran.

Yamaha Vixion Club Bogor

MoreThan A Club Activities

%d bloggers like this: