jump to navigation

Ceruk Pasar Sepeda Motor Batangan Berkubikasi Di bawah 125 cc 16 May 2013

Posted by The Naked Rider in Artikel.
trackback

Saat ini walaupun pasar sepeda motor didominasi oleh skutik dan bebek yang memadati segenap penjuru kota dan desa, namun pasar motor batangan atau yang biasa disebut motor laki-laki tetap besar.

Penggemar motor batangan punya alasan sendiri mengapa bertahan pada jenis motor itu. Mengendarai motor batangan dianggap lebih  jantan walaupun memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dan kenyamanan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan motor bebek atau skutik yang tinggal gas dan rem itu.

Oleh karenanya walaupun mayoritas pemotor kini beralih ke bebek atau skutik, hampir semua produsen motor besar memiliki produk motor batangan karena menganggap pangsa pasar motor batangan tetap eksis dan lumayan besar. Lihat saja Honda misalnya yang tahun ini masih mampu menjual motor batangan di atas 50 ribu unit perbulan. Walaupun angka tersebut jauh di bawah penjualan skutik Beat dan Vario yang laku di atas 250 ribu unit perbulan. Jadi pasar motor batangan masih lumayan menggiurkan sehingga pantas untuk dilirik.

Ketika mulai masuk Indonesia pada tahun 70-an yang lalu kebanyakan produsen motor hanya memproduksi motor dengan volume dibawah 125 cc saja.  Karena hanya itu yang laku. Penulis masih ingat bahwa saat itu jagoan Honda adalah C90 dan CB 100 yang legendaris yang tak lama kemudian disusul oleh CB dan CG 125. Yamaha punya LS, RS dan RX 100 yang kemudian disusul oleh RX 125 (twin). Sedangkan Suzuki mengeluarkan S100 yang ngetop sebagai motor pak Pos. Intinya pasar motor batangan 125 cc kebawah memiliki tempat penting dihati konsumen motor batangan Indonesia. Produk yang lebih besar dari itu ada juga namun tidak terlalu diminati masyarakat. Misalnya Suzuki GT 185, 250 dan Honda CB 175 (twin), 200 (twin.)

Namun keadaan tersebut telah lama berlalu. Kini kebanyakan produsen motor hanya memproduksi motor dengan volume 150 cc ke atas. Lihat saja, Bajaj hanya memiliki Pulsar 135 cc, 180 cc, 200 cc, dan 220 cc, sementara produsen motor India lainnya TVS hanya masuk di kelas 160 cc. Sementara Honda memiliki varian motor batangan yang beragam (Versa 150 cc, NMP 150 cc, CB150R, CBR150R, dan CBR250R). Sedangkan Suzuki  memproduksiThunder 125 cc dan Inazuma 250 cc; Yamaha memiliki Byson 150 cc, Vixion 150 cc  dan NVL 150 cc, dan terakhir Kawasaki hanya berkonsentrasi memproduksi motor segmen premium yakni Ninja 150 cc, 250 cc, dan Z 250 cc. Dari kesemuanya hanya Suzuki yang masih setia memproduksi motor batangan berkubikasi 125 cc.

Sebenarnya masih ada nggak ceruk di pasar 125 cc ke bawah? Suzuki setelah mereguk manisnya penjualan laris si legenda Thunder 125 selama bertahun-tahun kini harus tertatih-tatih hanya untuk mencapai angka 1000 unit perbulan. Apakah benar pasar 125 cc sudah ditinggalkan penggemar? Kayaknya sih iya.

Tapi nanti dulu.

Coba lihat Versa. Motor berkubikasi 150 cc ini laku bertubi-tubi setelah program promosinya membuat acara yang ramai diliput media bahwa motor ini sangat irit dan mampu mencapai di atas 100 km dengan hanya 1 liter bbm. Terlepas dari pendapat bahwa klaim itu berbau rekayasa dan dilebih-lebihkan, namun nyatanya motor ini laku keras. Motor ini dikeluarkan pada timing yang sangat tepat, yakni di awal tahun 2013 dimana waktu itu sedang riuh rendah wacana pro kontra menaikkan BBM. Oleh karenanya penulis menganggap motor ini dibeli bukan karena keren (walau memang tidak jelek), tapi lebih karena ini adalah motor yang irit. Apa artinya?

Artinya konsumen kini kian kritis menyikapi sebuah motor. Honda Verza telah melahirkan kelas konsumen baru yang kritis dan menganggap motor ekonomis itu sangat penting sehingga hanya membeli motor yang irit dan dipersepsikan berharga ekonomis (murah).

Kita kembali ke topik diskusi utama. Versa adalah motor 150 cc. Secara teoritis motor ini tidak akan dapat menyaingi keiritan dari motor berkubikasi di bawahnya. Bila dapat dianggap bahwa bagi konsumen kritis bahwa semakin irit sebuah motor semakin digemari motor itu maka bila produsen motor mau melirik dan memproduksi motor batangan berkubikasi 100 s/d 125 cc, yang ringan (di bawah 125 kg) dan irit (lebih irit daripada Versa) motor yang penampilannya tidak perlu ganteng, tapi jangan pula jelek, dan tidak mahal pula (di bawah harga psikologis 14 juta, yakni beberapa juta di bawah harga Verza) maka motor ini akan digemari masyarakat.

Artinya bagi penggemar motor batangan, lebih baik memilih motor gagah berharga sekitar 12-13 jutaan daripada membeli skutik atau bebek berharga sama. Apalagi bila dibuat varian dengan harga sekitar 10-11 juta (misalnya dengan menghilangkan fitur ‘canggih’ misalnya rem cakram, spidometer digital, ban tubeless dan velg racing).

Jadi ceruk pasar motor di bawah 125 cc tetap terbuka cukup lebar. Wahai Yamaha, Honda, Kawasaki dan Suzuki silakan bikin survey bila tidak percaya.

Comments»

1. bandit7suzuki - 17 May 2013

nah setuju ni ama pendapat om. ktanya sis mw brojolin tuh 11-12 jtan buat gebuk verza yg ngebunuh thunder. moga aja yg brojol en150s. lumayan tuh, desain jg ga jauh beda ma verza.

The Naked Rider - 17 May 2013

SIS punya kebiasaan telmi. Lihat bagaimana dulu mereka meninggalkan pasar 250cc yang kemudian dilibas oleh Ninja 250? Sekarang terlalu sulit melawan Ninja di situ. Nah dipasar kelas 150 cc dan 125 cc ke bawah SIS gak boleh diam saja. Kalau terlalu lama didiamkan nanti juga gak kan berkutik di pasar 125 kebawah dan 150 cc. Sayang sekali. Padahal di tulisan terdahulu saya sudah ulas produk Suzuki keren yang bisa melibas Verza.

2. syam - 17 May 2013

om warung bysonya udh pernah di dyno lum?
klu ganti karbu ori pe28 kira2 awat g om?
maaf banyak nanya

The Naked Rider - 17 May 2013

Byson saya belum pernah di dyno. Sayang duitnya hehehe
Pakai PE28 itu keren, tarikan spontan dan melonjak. Tapi bensin juga pasti boros. Pasang PE susah, mendingan browsing internet dan cari bengkel yang sudah terbiasa masang, jadi udah tahu cari adaptornya, udah tahu ukuran pj/mj nya jadi gak nyoba2.

Hati2 beli PE bro, di pasaran banyak produk KW mulai dari yang 350 an sampai 900 an. Ngeri belinya bro. Kita mudah bener dikibulinkalau beli produk 350ribu yang gak bisa disetel tp dipatok harga 700 ribu misalnya.

Mendingan titip beli ama montir yang biasa pasang PE.

3. syam - 18 May 2013

iyah bro ane udah mampir ke bengkel kenzmotor.
disitu rekomen bro n ane dah pasang pe28 yg ori kena harga 850rb.
hasilnya bener2 memuaskan bro.
tarikanya spontan enteng bgt.

oya kebo ane udah di oversize 0,05 bro.coz knalpot kluar asap putih.gataunya bloknya baret.
payah dah byson padahal ganti oli tiap 1000km

The Naked Rider - 22 May 2013

Wadow, baret? bisa diklaim gak ke Yamaha?

Waktu Pameran Otobursa awal bulan yang lalu ada yang nawarin 900an. Gak tahu deh dengan ongkos pasang jadinya berapa. Tapi kalau dengan 850 rb bisa dapet yang bagus berarti oke tuh bengkelnya. Kenz motor ya? alamat di mana?

syam - 23 May 2013

ga coba claim bro males ribet nya.

karbu bener2 memuaskan bro.
sebelum pasang sampean coba dl byson yg punya bengkel.di jamin bikin iri bro.

alamat tanjung duren bro.
coba aj buka di mbah google atau cari di fb.
oya saran j gabung di group fb byson disitu banyak master suhu2 byson

4. apik tenan - 5 July 2014

ya betul lah, pasar motor sport 125 cc ke bawah kalau mau di jalan kan secara serius akan tetap ada, misalnya honda varadero 125 cc itu di eropa ada dan cukup laku genre nya motor turing dual purpose, lagi pula tidak semua pemakai motor sport atau batangan tujuan nya speed atau kecepatan apalagi di pakai di daerah perkotaan yang padat dan macet, misalnya di kota jakarta dan bandung tidak mungkin speed di jadikan prioritas utama bayangkan baru sampai gigi empat pun sudah bertemu dengan lampu merah lagi dan berhenti lagi nunggu lampu hijau menyala lagi, apalagi kalau cc nya besar diatas 250 cc mungkin baru mau masuk ke gigi tiga saja sudah berhenti lagi karena bertemu lampu merah. Sekarang tahun 2014 di kota jakarta dan bandung sedang berkembang aliran motor retro ber cc kecil dan motor-motor honda jaman dulu banyak yang hadir lagi di jalanan kota seperti honda cb100 dan honda cb125 itu membuktikan bahwa pasar motor sport di bawah 125cc akan tetap ada dan berkembang tegantung bagaimana pabrikan menyikapi nya.

5. Furqon Xp - 28 November 2014

jual aja lagi tuh honda win 100, irit, murah, gampang perawatan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hati-hati Menata Hati

seni menata hati, jiwa dan fikiran

Nunoo's Journal

An ignorant rider

kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

INDOBIKERMAGS

Skutik - Bebek - Sport - Supersport - Superbike - Roadster - Cruiser - Cross - Heavy Enduro - Classic - WSBK - MotoGP

autoblogindonesia

A Simple Blog Contents Automotive Informations

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

Nichoz Blog

Otomotif | Review Produk | Elektronik | Kuliner | Oleh-oleh

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

smartf41z

doa untuk anakku (Faiz-Nafis) agar jadi anak smart

7Leopold7

Catatan ttg bron pit dan perjalanan saya bersama mereka

Otomotoshare's Blog

Sharing Through The Automotive World

learningfromlives.wordpress.com

Gubuk kecil untuk belajar dan berbagi pemikiran.

Yamaha Vixion Club Bogor

MoreThan A Club Activities

%d bloggers like this: