jump to navigation

Teknologi Motor: Penggerak rantai, belt dan shaft 20 March 2013

Posted by The Naked Rider in Artikel.
Tags:
trackback

Motor yang pertama penulis kenal adalah skuter Vespa Piaggio 150cc tahun 1965 punya orang tua penulis. Waktu kecil penulis terkagum-kagum dengan desainnya yang gemuk dengan mesin yang mengeluarkan letupan-letupan kecil disertai asap tipis. Mesinnya terletak disamping, menyebabkan vespa ini berat sebelah sehingga pengendaranya mesti menyeimbangkan dengan duduk agak miring ke kiri. Kelihatan lucu. Mesin ini langsung dihubungkan ke roda belakang. Saat ini sulit mencari motor generasi baru yang mempunyai metode tanpa rantai seperti Vespa ini.

Kemudian pada tahun 1968, orang tua penulis mengganti motor ini dengan Honda Cub 50cc yang pada saat itu sangat populer. Motor ini mempunyai mesin yang diletakkan di bawah, dibalik ‘sayap’ plastik berwarna putih. Mesin ini dihubungkan dengan rantai untuk memindahkan power dari mesin ke roda belakang. Sampai sekarang rantai sangat populer untuk diterapkan untuk berbagai jenis motor di Indonesia.

Pada tulisan kali ini saya ingin membahas sedikit tentang sistim penggerak roda motor ini sekadar menambah/menyegarkan pengetahuan.

Pada saat ini paling tidak terdapat 3 cara untuk memindahkan tenaga dari mesin ke roda belakang untuk menggerakkan motor: yaitu 1) rantai 2) belt (sabuk) 3) shaft (gardan).

1. Penggerak rantai
rantai byson
Penggerak Rantai adalah cara yang murah dan paling populer. Penggunaan rantai menyebabkan lebih ‘murni’ nya tenaga yang disalurkan ke roda belakang tanpa ada yang terbuang. Kendaraan yang dirancang untuk menjelajah segala medan menggunakan rantai Motor-motor kencang seperti Ninja 250, CBR250 sampai dengan motor bebek menggunakan ini. Bahkan trail yang menjelajah medan berdebu dan berlumpur menggunakan rantai tanpa kekhawatiran sama sekali. Namun ini menimbulkan konsekwensi karena rantai lah yang paling membutuhkan perawatan karena mudah kotor. Disamping itu penggunaan rantai menimbulkan bunyi yang terkadang kasar, apalagi bila jarang dibersihkan atau diminyaki.

2. Penggerak belt
Belt skutik
Penggerak Belt (sabuk) akhir-akhir ini sangat populer dan banyak diaplikasikan untuk skutik. Untuknya disediakan kompartemen khusus yang tertutup agar bebas kotoran. Penulis melihat motor-motor cruiser besar seperti Harley Davidson juga banyak yang menggunakan belt ini (ada yang terbuka dan ada yang tertutup). Penggunaan belt sangat mudah karena tidak harus sering dirawat layaknya rantai. Namun pembersihatn berkala dianjurkan untuk menjamin kebersihan sekaligus mengecek kondisi belt. Karena tempatnya biasanya tertutup dan tidak memperlukan gemuk/minyak seperti halnya rantai jadi lebih bersih. Masa pakainya pun cukup lama karena tidak cepat aus. Pada skutik pemakaian setelah 15-20ribu km perlu dipertimbangkan untuk diganti. Dibandingkan rantai, penggunaan belt sangat nyaman karena ‘nyaris tak terdengar’ alias senyap. Bila belt mulai ‘brisik’, mungkin karena gigi ‘V’ nya selip maka belt harus diganti agar ‘tenaga’ mesin tidak banyak terbuang.

3. Penggerak shaft (gardan)
shaft
Penggerak ini jarang ditemui disini dan di Indonesia penulis mengamati motor BMW sejak dari edisi jadul (BMW 500cc tahun 60-an) sampai BMW keluaran terakhir menganut sistim penggerak shaft. Penulis juga pernah melihat motor polisi/PM yang menggunakan sistim penggerak ini. Penggerak Shaft (gardan) cara kerjanya mirip dengan gardan di mobil. Diantara ketiganya, gardanlah yang paling minim biaya perawatan jangka panjang walaupun tentu saja oli gardan perlu diganti secara berkala. Penggunaan shaft biasanya pada motor-motor sport turing besar. Penggunaannya pada motor dengan cc kecil dianggap kurang efisien mengingat  penggunaan gardan dan gerigi penghubungnya akan menyebabkan ada sedikit ‘loss’ sehingga tenaga mesin yang diserap oleh roda belakang jadi berkurang.

Comments»

1. wongsawah - 13 March 2014

Tu ban byson yg difoto ukrn brp om?
Ane mau gnti ban ada ukrn 150/70 ckup ga ya thx..

The Naked Rider - 17 April 2014

150/60. Rasanya 150/70 cukup. tapi sebaiknya ganti velg yang lebih lebar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hati-hati Menata Hati

seni menata hati, jiwa dan fikiran

Nunoo's Journal

An ignorant rider

kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

INDOBIKERMAGS

Skutik - Bebek - Sport - Supersport - Superbike - Roadster - Cruiser - Cross - Heavy Enduro - Classic - WSBK - MotoGP

autoblogindonesia

A Simple Blog Contents Automotive Informations

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

Nichoz Blog

Otomotif | Review Produk | Elektronik | Kuliner | Oleh-oleh

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

smartf41z

doa untuk anakku (Faiz-Nafis) agar jadi anak smart

7Leopold7

Catatan ttg bron pit dan perjalanan saya bersama mereka

Otomotoshare's Blog

Sharing Through The Automotive World

learningfromlives.wordpress.com

Gubuk kecil untuk belajar dan berbagi pemikiran.

Yamaha Vixion Club Bogor

MoreThan A Club Activities

%d bloggers like this: