jump to navigation

Rear disc brake Byson bermasalah 30 January 2013

Posted by The Naked Rider in Artikel.
Tags: , , , ,
trackback

Bulan Desember 2012 yang lalu penulis pergi ke Bandung berdua isteri. Kalau berangkatnya melalui Purwakarta – Wanayasa, pulangnya ingin lewat Lembang (Universitas Advent Indonesia) menuju Puncak. Kali ini rear disc brake (RDB) nya mengalami problem. Lansekap yang penuh turunan dan berliku-liku mungkin membuat piringan rem panas yang mempengaruhi performa. Beberapa kali penulis mengalami moment dimana rem belakang nya blong. Bahaya bro. Syukurlah rem depan berfungsi dengan sempurna.

Walau setelah dikocok-kocok, rem belakang kembali bekerja (walau tidak maksimal) namun kejadian ini tidak boleh dibiarkan terulang kembali. Jadi setibanya di Bekasi penulis segera mengunjungi bengkel untuk mengecek apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata kanvasnya habis, hitam, nyaris tinggal besinya saja. Harus diganti. Namun anehnya setelah diganti kanvas, remnya tetap kurang pakem. Diagnosis montir, piringan (disc) harus diganti juga. Rupanya (analisis nya si montir) karena RDB nya bukan bawaan dari pabrik, maka antara kaliper dan disc mengalami proses menyesuaikan diri dimana discnya telah “tercetak” sesuai dengan format yang digoreskan oleh kanvas rem yang lama. Jadi begitu kanvas nya diganti, “cetakan” tersebut tidak sama lagi. Memang rear disc nya sudah licin bergelombang. Ya sudah, kata penulis. Ganti saja.

Setelah diganti piringan yang baru memang remnya sudah lebih enak. Namun  masih belum betul-betul mantap rasanya. Kata montirnya, tunggu dulu pak. Perlu beberapa waktu agar piringan tersebut tercetak sesuai bentukan kanvas rem yang baru. Entah benar entah tidak. Ada yang tahu penjelasan lain?

rear disc brake

Ini penampakan RDB nya sebelum piringannya diganti. RDB nya sendiri terdiri dari master rem Nissin, kaliper after market, piringan Suzuki Satria, selang dan tabung minyak rem after market.

Gambar

Ini penampakan RDB nya setelah piringannya diganti yang baru. Tetap menggunakan piringan Suzuki Satria

Comments»

1. syam - 4 February 2013

masbro top speed byson ente nyampe brp?
tiap gigi redline pd kecepatan brp?
thanks y.
slm kenal bro

2. The Naked Rider - 5 February 2013

Bro Syam, sampai saat ini belum sempet uji top speed sendirian. Kalau di jakarta bekasi ndak berani kenceng2. Tapi waktu berdua isteri ke Bandung (saya, Isteri, seat bag + tank bag + bracket) dengan berat total 158 kg di jalan lingkar luar karawang mentok di 98 kpj. Gak bisa naik lagi. Thanks sudah mampir. Nama saya Hendra

syam - 8 February 2013

porting polis di jaksel yg bagus dmn y bro.

ane kena racun ente ni.hee

klu ganti noken as efek sampingnya ap bro.
sori bnyk nanya.hee

The Naked Rider - 8 February 2013

Hehehe punya Byson memang jadi mendapat tekanan psikologis karena seluruh dunia sudah menghakimi bahwa motor ini leletJadi mudah teracuni supaya tenaga motornya gak lelet lelet amat :p Padahal enggak juga kan? kecuali kita sebelumnya nunggang FU atau Ninja yang memang super kenceng.

Bro Syam, saya tidak berani kasih saran. Salah polish motor malah ngempos. Rugi banget kalau kehilangan tenaga walau 1/2 PS saja karena tenaga Byson yang pas pasan. Lebih baik yang sudah saya tahu saja, Bintang Racing Team (BRT). Datangnya pagi2 supaya langsung dilayani.

Mengenai noken as mungkin maksudnya yang racing ya bro? saya kurang paham apakah ada efek samping. Tapi memangnya ada yang nyaranin pasang? Prinsip umum kan sebagian besar tenaga dipengaruhi tingkat kompresi dan volume silinder? Jadi selagi kedua hal itu tidak dimodif (misalnya piston dibikin jenong atau bore up sekalian) menurut saya tidak perlu ganti noken as. Sayang duitnya bro.

Kalau pun mesti diubah mungkin koplingnya kali ya bro. Saya punya kok kayak kepleset dan gak mantep. Tapi kalau ganti per kopling risikonya kopling malah jadi keras. Kesian ama tangan kalau harus naik motor dari Bekasi ke Jakarta di jam-jam macet.

3. syam - 13 February 2013

ane udah pnp di ultraspeed racing ciledug.
hasilnya mantap bro.
kena 350rb.

noken as racing jg harus di ganti biar nambah lg DK nya.
ane baca di tabloid MB.
jd ane tau bengkel itu dr majalah motor bike.

The Naked Rider - 14 February 2013

Murah tuh bro syam. Ya, pernah denger nama ultraspeed. Mudah2an hasilnya bagus. Sproket gir belakang udah diubah? Secara teoritis PnP nambah DK kurang lebih 20%. Jadi sekarang byson ente sudah sekitar 16 s/d 17 DK. Ringan tarikannya. Udah dites top speednya?

syam - 16 February 2013

top speed susah bro di jkt.
tp pernah malem2 plg krj di kuningan.
gigi 4 tembus 104kpj itupun kena limited 9000rpm sama jarak udh abis.
utk gigi 5 lum pernah sampai top speed.coz susah cari jalan sepi.

oya bagusnya rasio gear nya brp y supaya topspeed tambah.?

ente pake 15;40 y?

4. syam - 16 February 2013

oya rencana ane mo ganti noken as sama koil menurut masbro apa kekurangan n kelebihanya.?

ane takut ganti karbu pe28 takut gagal kaya artikel sampean.

The Naked Rider - 6 October 2014

kalau pemakaian harian sebaiknya pertahankan yang standar saja bro

wahyu - 25 January 2015

Maaf bro rada nyimpang dr yg d bahas, ane cm mau tanya nih ukuran ban yg d pake itu brapa ya? Ko keliatan bulet bgt.. & yg paling recommended itu pake RDB apa ya? Trims

5. The Naked Rider - 26 January 2015

Itu ban lama sebelum yang sekarang. Waktu itu pakai Metzeller 150/60. Sekarang pakai Michellin 140/70

6. The Naked Rider - 26 January 2015

Tentang RDB. Berdasarkan pengalaman saya, untuk motor2 kecil dengan ban kecil produk after market merek apa pun bagus. Tapi bila diaplikasikan ke Byson ada beberapa faktor kritis yang harus diperhatikan.

1. Prepare diri sendiri, dan siap siap untuk kecewa bahwa kualitas RDB modif tidak akan sama dengan kualitas RDB bawaan pabrik. Misalnya NMP atau Vixion dengan RDB modif pasang sendiri tidak mungkin sebagus RDB NMP dan Vixion yang memang dipasang di pabrik. Di Byson juga begitu. Siap2 untuk minggu2 atau bulan2 pertama bolak balik ke bengkel untuk setel ini dan setel itu (biasanya bongkar ganti pasang ring atau bos) supaya enak. Tapi mudah2an ketemu bengkel yang bagus yang tidak perlu begitu. Tapi kan gak apa apa prepare dulu sebelumnya. Mendingan prepare kecewa di depan daripada kecewa di belakang.

2. Gunakan bengkel yang recommended. Tanya teman yang sudah pernah memasang RDB. Saya sudah 3 kali pasang RDB di 2 bengkel yang berbeda di sekitaran rumah saya di Bekasi. Tapi tak satupun yang saya recommend karena RDB yang mereka pasang selalu ada masalah. Tidak sengaja ketemu bengkel yang mereparasi rem saya di manggarai. Namanya lupa. Tapi ancer2nya dari arah jl Saharjo tebet ke arah manggarai di sebelah kiri ada cafe/bar Toba namanya. Bengkel itu persis diseberang jalannya. Kenapa saya recommend? di bengkel itu ada pelat baja, ada las dan ada bor yang bagus. Berbagai pilihan RDB nya juga tersedia. Jadi peralatan dan parts mereka lengkap sekali untuk memasang RDB, Pengerjaan cepat dan presisi.

3. Kalau menggunakan bengkel lain, perhatikan dudukan bracket rear disk. Jika menggunakan pelek aslinya, maka bracketnya ditempatkan di adaptor yang ditambahkan menempel di velg. Mutu pengerjaan adaptor ini menentukan hasil. Kalau pekerjaan bubutnya tidak presisi maka piringan tidak dapat berputar lurus. Ini mempengaruhi kelancaran putaran roda dan daya cengkeram rem. Ini dialami oleh teman saya yang terpaksa membongkar RDBnya dan kembali menggunakan rem tromol aslinya. Kalau mau ganti velg, pakai velg yang sudah ada dudukan disk brake agar terjamin presisinya. Kalau velg sudah diubah jari2, gunakan tromol khusus disk brake.

4. Ban gambot yang besar dan velg yg lebar ternyata menghasilkan putaran yang besar dan berat pula dan membutuhkan rem yang baik berdaya cengkeram besar. Ternyata daya cengkeram rem yang baik itu ditentukan oleh master remnya. Pengalaman saya di 2 motor yang berbeda remnya harus ditekan kuat2 supaya pakem. Jadi saya ganti deh master remnya pakai yang ori, Tapi ini terpulang kembali kepada selera masing2, kalau tidak masalah dengan hal ini ya tidak perlu diganti.

5. Tentang merek, dengan asumsi kita cari paket hemat dan produk after market, maka merek yang saya sarankan adalah Ride-It yang harganya (relatif) ramah di kantong namun punya mutu yang lumayan

Maap, panjang ya. Mudah2an info ini dapat membantu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hati-hati Menata Hati

seni menata hati, jiwa dan fikiran

Nunoo's Journal

An ignorant rider

kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

INDOBIKERMAGS

Skutik - Bebek - Sport - Supersport - Superbike - Roadster - Cruiser - Cross - Heavy Enduro - Classic - WSBK - MotoGP

autoblogindonesia

A Simple Blog Contents Automotive Informations

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

Nichoz Blog

Otomotif | Review Produk | Elektronik | Kuliner | Oleh-oleh

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

smartf41z

doa untuk anakku (Faiz-Nafis) agar jadi anak smart

7Leopold7

Catatan ttg bron pit dan perjalanan saya bersama mereka

Otomotoshare's Blog

Sharing Through The Automotive World

learningfromlives.wordpress.com

Gubuk kecil untuk belajar dan berbagi pemikiran.

Yamaha Vixion Club Bogor

MoreThan A Club Activities

%d bloggers like this: