jump to navigation

Trip Bekasi – Bandung, sendirian 27 November 2012

Posted by The Naked Rider in Artikel.
Tags: , , ,
trackback

Salah satu manfaat main motor adalah, motoring menawarkan sense of freedom dan independensi yang sangat besar. Kita sendirilah yang bertanggungjawab atas perjalanan kita sendiri. Mau lari kencang, pelan, belok, berhenti, sesuai tujuan, melenceng, nyasar itu tanggung jawab kita. Oleh karena itu penulis excited sekali merencanakan trip ke Bandung.

Dari rumah penulis di Bekasi Utara, terdapat beberapa rute menuju Bandung. Pertama tentu saja rute generik, yaitu Bekasi-Kalimalang, Cawang, Cililitan menyusuri jalan raya Bogor, Bogor, Puncak, Cianjur, Padalarang, Cimahi dan Bandung. Rute berikutnya tentu rute variasi, yaitu Bekasi, Bantar Gebang, Cileungsi, Cibinong dan kemudian mengambil rute menuju Bogor dan kemudian mengikuti rute yang sama menuju Bandung.

Ada pula rute lain, yaitu Bekasi, Cibitung, Cikarang, Karawang, Cikampek, belok kanan Purwakarta dan ambil terus rute selatan menuju Padalarang, Cimahi dan Bandung.

Kali ini penulis mengambil rute variasi. Penulis tidak ingin berkendara pada jalan yang penuh truk besar dan bis yang asapnya berbau memuakkan, misalnya seperti rute menuju Cibinong atau rute di Cikampek.

Setelah mempelajari beberapa alternatif, penulis memutuskan mengambil rute Bekasi, Cibitung, Cikarang, Karawang, Kosambi belok kanan ke jalan Raya Curug, Jl Taman Makam Pahlawan, Purwakarta, Belok kiri Wanayasa, Ciater, Lembang dan terakhir Bandung. Rute ini diperkirakan aman dari bus  AKAP atau truk-truk barang. Rute ini juga rute pegunungan yang menawarkan berbagai pemandangan yang indah. Penulis menentukan tanggal keberangkatan, Sabtu, 27 November. Untuk mengurangi efek panas, penulis memutuskan berangkat pagi-pagi sekali, jam 5 sehabis shalat Subuh.

Hari-hari menjelang keberangkatan penulis gunakan menyiapkan perlengkapan turing, bukan perlengkapan ridingnya, tapi perlengkapan kecil, misalnya perlengkapan mandi, balaclava, P3K, senter, pisau lipat kecil dan lain2. Disamping itu motor ditune-up, service karburator, ganti oli, dan periksa keseluruhan sehingga motor dianggap fit untuk diajak jalan jauh.

Tibalah hari H. Mundur sedikit dari rencana semula, penulis meninggalkan rumah tepat jam 6.30 pagi dengan bensin full tank. Pagi yang gerah, sebenarnya. Sehingga terlalu sumuk untuk mengancingkan jaket. Meninggalkan bekasi jalan masih cukup lengang sehingga tidak sampai setengah jam sudah mencapai Cikarang. Menuju Karawang jalan mulai ramai, sebelum kota Karawang penulis melihat jalan besar ke arah kiri yang belum penulis kenal. Akhirnya penulis memilih jalan terus menuju pusat kota Karawang dan belok kiri menuju Tuparev arah Klari. Meninggalkan kota Karawang jalan semakin ramai. Pas pertigaan Kosambi, penulis belok kanan menuju Curug. Jalannya tidak begitu ramai. Selama perjalanan, penulis sedikit sekali melihat adanya rambu penunjuk jalan. Agak menyulitkan jika kita tidak berkutat sebelumnya dengan peta yang detil. Google maps sangat membantu.

Daerah Curug rupanya dikembangkan menjadi daerah industri baru. Banyak pabrik di kanan kiri jalan. Jalannya relatif bagus karena terbuat dari beton. Agak bergelombang sehingga penulis memutuskan menjaga kecepatan rata-rata 60kpj. Lebih dari kecepatan itu terlalu terasa lonjakannya. Tidak nyaman di perut, pantat  dan punggung. Lepas 10 km, ada jembatan yang sedang diperbaiki sehingga kendaraan harus berhenti, mengantri untuk menyeberang bergantian. Lewat jembatan itu perjalanan sangat lancar. Tak terasa penulis telah memasuki jalan taman makam pahlawan menuju Purwakarta. Diperempatan terus saja ke arah Wanayasa. Ada jalan searah mengelilingi sebuah danau dan kantor Pemerintah. Mulailah perjalanan mendaki. Arah Wanayasa. Karena efek ketinggian, terjadi perbedaan tekanan antara tekanan udara luar dengan tekanan udara di kuping, jadi agak budek sedikit. Suara knalpot yang besar terdengar mulai sayup dan halus.

Perjalanan ke Wanayasa sungguh mengasyikkan. Jalan berkelok-kelok dikelilingi pemandangan indah. Tidak disarankan memacu kecepatan di sini. Banyak pemandangan yang harus dinikmati. Contohnya danau Wanayasa. Bolehlah berhenti sejenak di sini, menikmati pemandangan, sambil ngopi dan menyantap penganan yang banyak dijual sebelum melanjutan perjalanan. Sayangnya sepanjang jalan di Wanayasa ini banyak baliho-baliho berisi foto calon pejabat dengan pose dan ekspresi yang dibuat-buat yang terkesan mengotori dan merusak suasana.

Suasana Danau Wanayasa Nan Tenang

IMG01791-20121117-0748

Kira-kira setengah jam kemudian, penulis sudah sampai daerah sejuk Ciater. Jaket dirapatkan, semua lubang lubang pakaian dikancingkan. Jalanan sungguh mulus, meliuk-liuk seperti pinggul seorang penari. Byson penulis melahap tanjakan dengan rakus.  Selepas tanjakan dekat gunung Tangkuban Perahu mulai terdapat tanda-tanda bahwa Bandung sudah dekat dan tak lama kemudian jam 9 kurang sedikit, penulis sampailah di kota Lembang. Kiri kanan jalan penuh hotel dan penginapan yang menandakan daerah ini adalah daerah parawisata. Berbelok di tikungan Grand Hotel Lembang, perjalanan mulai menurun. Tepat pukul 9:15 penulis telah sampai di Bandung. Jarak Bekasi – Bandung penulis tempuh tepat 3 jam 45 menit.

Komentar: rute ini sangat recommended untuk pemotor yang suka rute yang tidak terlalu crowded, dan relatif bebas asap knalpot. Tawaran pemandangan yang permai terlalu sayang untuk dilewatkan. Oleh karenanya disarankan mengendarai santai, tidak lebih dari 60kpj. Menjelang masuk Ciater rawan turun hujan. Oleh karenanya pemotor perlu menyiapkan jas hujan dan pelindung sepatu yang baik, agar dapat menahan guyuran hujan tanpa menembus baju dalam dan kaus kaki.

Rute Trip Ke Bandung Melalui Curug dan Wanayasa

Comments»

1. Empat Fakta Gila Yang Kita Tidak Nyadar | The Naked Rider - 23 March 2013

[…] sampai yang canggih seperti cordura, kevlar, ballistic nylon yang a’udzubillah panas sekali. Di tulisan terdahulu penulis pernah tulis pagi-pagi riding ke Bandung rasanya sudah gerah sehingga jaket penulis dipakai […]

2. ipanase - 7 September 2013

hati2

3. mountain bike iphone app - 24 July 2014

This page really has all the information and facts I wanted concerning this subject
and didn’t know who to ask.

The Naked Rider - 6 October 2014

May I know what infos or facts do you really want to know?

4. Haryo TW - 25 April 2015

Apakah rute tersebut masih aman untuk dikendarai, mas?

Anonymous - 28 April 2015

sayang sekali terakhir kesana rute jalan lingkar luar Karawang dan jalan Curug sudah rusak parah (saya kesana sekitar 1 tahun yl.)

5. eka - 6 November 2016

Apa thn ni sdh Bagus jln nya?.msh bsa di lewati?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hati-hati Menata Hati

seni menata hati, jiwa dan fikiran

Nunoo's Journal

An ignorant rider

kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

INDOBIKERMAGS

Skutik - Bebek - Sport - Supersport - Superbike - Roadster - Cruiser - Cross - Heavy Enduro - Classic - WSBK - MotoGP

autoblogindonesia

A Simple Blog Contents Automotive Informations

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

Nichoz Blog

Otomotif | Review Produk | Elektronik | Kuliner | Oleh-oleh

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

smartf41z

doa untuk anakku (Faiz-Nafis) agar jadi anak smart

7Leopold7

Catatan ttg bron pit dan perjalanan saya bersama mereka

Otomotoshare's Blog

Sharing Through The Automotive World

learningfromlives.wordpress.com

Gubuk kecil untuk belajar dan berbagi pemikiran.

Yamaha Vixion Club Bogor

MoreThan A Club Activities

%d bloggers like this: