jump to navigation

Tentang Bysonku 26 November 2012

Posted by The Naked Rider in Artikel.
Tags: ,
trackback

Penulis berkenalan pertama kali dengan Byson pada bulan April 2012 di dealer Yamaha dekat rumah. Senang dengan sosoknya yang besar dan kekar.

Ada beberapa ubahan penulis lakukan agar sang byson semakin enak dikendarai. Pertama mengganti ban aslinya (oya, ban depan 100/70 dan belakang ukuran 120/70) dengan ban yang lebih pas, Metzeler ukuran 120/60 (D) dan 150/60 (B). Efeknya adalah kehalusan berkendara dan daya cengkeram yang mumpuni sewaktu membelok walau jalan dalam kondisi basah. Bahasa anak motor adalah enak dibawa rebah.

Ubahan berikutnya adalah mengganti knalpot byson yang eco-friendly (mengadopsi katalitik converter) dengan knalpot ubahan freeflow buatan AHRS yang menariknya tidak mengubah tampilan luar dan mirip sekali dengan knalpot aslinya. Agar tarikannya semakin ringan, sprocket gear turut diubah. Ternyata dipasaran terdapat 3 jenis sprocket gear belakang yang plug and play. Pertama punya byson sendiri (40 mata), vixion (42 mata) dan terakhir Scorpio (44 mata). Mengingat gear depan byson memiliki 14 mata maka hitungan matematisnya jadi 40/14=2,86. Hampir semua review tentang byson mengatakan tarikannya berat. Jadi harus dicari paduan sprocket gear yang lebih besar agar tarikan menjadi lebih ringan. Bila memakai punya vixion hitungannya menjadi 42/14=3 pas. Sementara memakai gear scorpio hitungannya menjadi 44/14=3,14. Berbekal informasi dari browsing berbagai situs motor, rasio 3 ke atas dianggap terlalu ringan, dimana tarikan pertama bagus namun tenaga cepat hilang di putaran atas. Artinya top speed kurang optimal. Review mengatakan paduan yang ideal adalah 41/14=2,929, dimana tarikan cukup ringan, namun tidak terlalu cepat kehilangan tenaga di putaran atas. Cari punya cari ternyata sulit sekali mencari sprocket gear ukuran 41. Akhirnya penulis menggunakan sprocket belakang scorpio (44) dan gear depan punya Jupiter MX (15 mata). Jadi hitungan matematisnya menjadi 44/15=2,933. Pas sekali. Namun mengingat ukurannya menjadi sangat besar rantai harus ditambah 2 mata agar rantai cukup panjang memeluk sprocket gear untuk menggerakkan roda belakang.

Ubahan di sektor mesin juga dilakukan dengan porting dan polishing saluran masuk dan keluar udara dan bensin langsung di dapur bengkel kondang Bintang Racing Team (BRT) Cibinong. Efeknya, tarikan semakin bertenaga. Untuk membantu putaran atas, penulis mengadopsi CDI racing dual band produksi BRT juga. CDI ini membuat limiter RPM menjadi lebih tinggi (di atas 10.000). Tentu saja ini disertai ubahan memberbesar spuyer main jet dan pilot jet. Sayang penulis tidak sempat mencatat ukurannya.

Sedangkan pada tampilan luarnya, penulis melepaskan seluruh stiker striping yang terkesan terlalu ramai seperti pasar malam. Sebagai gantinya penulis cuma menempelkan tulisan YAMAHA pada tangki depan. Ubahan lain adalah melepaskan tutup samping dan belakang yang menurut penulis berbentuk sangat feminin. Efeknya, pipa rangka yang terlihat malah memperlihatkan sosok yang jantan. Agar tunggangan pas dengan tubuh penulis yang 186cm, penulis meninggikan shock absorber belakang 2 cm. Pada bagian belakang bawah, penulis juga menginstall disk brake dengan caliper after market, dengan master rem Nissin.

Pada bagian depan, penulis merasakan stangnya terlalu rendah sehingga juga meninggikan 2 cm dengan raiser buatan DBS. Untuk melindungi buku jari dari kemungkinan cedera, penulis juga mengaplikasikan hand guard after market. Spatbor depan pun diganti dengan produk after market kepunyaan Ninja 250. Selesai? Hmm belum juga sih. Penulis ingin men swap karburator vacum nya dengan tipe lawas Keihin PE 28 yang legendaris. Tapi nanti nanti sajalah.

Inilah sang Byson, kekar, bertenaga dan sungguh mantap dikendarai. Salam bikers brotherhood.

Comments»

1. BYSON BIRU - 15 March 2013

bro cara melepas body belakang byson gimana ya?

The Naked Rider - 16 March 2013

Maksudnya buntut yang ada lambang Yamaha? OK, coba perhatikan disitu cuma ada 2 baut pengikat (di atas) dan 2 bawah. Buka baut itu. Kemudian lihat ada seal yang terbuat dari karet membungkus buntutnya. Karet yang melingkar bar besi tempat pegangan dapat dibuka. Buka karet itu sehingga kelihatan buntut bisa ditarik ke belakang. thanks udah mampir bro

2. Yamaha Byson Produk Cacat? Ah, masak? | The Naked Rider - 23 March 2013

[…] sedikit melalui porting polish (lihat tulisan terdahulu), sudah ganti knalpot dan CDI racing (lihat tulisan terdahulu) sehingga tidak dapat dibandingkan begitu saja dengan Byson standar […]

3. Anonymous - 14 July 2013

soal electrical byson semenjak pertama beli indikator bensin ketika diisi full tenyata indikatornya hilang satu batang bagaimana solisinya mohon infonya broo…thanks brother

The Naked Rider - 6 October 2014

wah byson saya juga begitu. Mestinya 6 batang ya. Mhn maaf saya tidak punya jawabannya. Kemungkinan karena banyak gelembung udara yang terperangkap di tangki bensin membuat sensor bensin kurang optimal.

4. rbyson - 16 July 2013

bro..klw blh tau itu tuk modif mesin + knalpotnya abis brp? di rincikan satu2 klw memungkinkan. reply ke email saya reinir_oyeah@yahoo.com
tq sebelumnya.

The Naked Rider - 6 October 2014

PnP 450, knalpot 500 an

5. Johannes de Britto - 10 August 2013

mau tanya juga donk bro, Byson sy bbrp waktu lalu “banjir” karburatornya, nah krn saat itu sdng jauh dari bengkel resmi, terpaksa bengkel abal2…hasilnya ,,malah ga ada tenaganya..itu kenapa ya?..

The Naked Rider - 6 October 2014

Gak ada tenaga kemungkinan karena supply bensin tidak memadai. Tebakan saya karburator kotor sehingga spuyernya tidak optimal dalam menyemprotkan bensin. Tebakan kedua setelan angin kebanyakan sehingga menyemprotkan jauh lebih banyak udara daripada bensin. Atur ulang setelan angin di karburator. Caranya, nyalakan mesin, plintir gas sedikit, terus putar setelan angin di karburator kearah jarum jam sampai mesin hampir mati. Jangan sampai mati, kemudian putar setelan angin melawan jarum jam. Gas lama2 akan naik sendiri. Cari setelan dimana gas mencapai rpm tertinggi. Setop. Plintir gas, pastikan tidak batuk2 dan semua normal. Kalau ada asap hanya boleh berwarna hitam. Kalau kurang normal ulangi lagi. Selesai.

Ridho Ammar Harahap - 18 November 2014

bro saya mau nanya juga dong please.
motor saya Satria F.
setelah 3000 km dilewati, tenaganya menurun,
apa karena settingan karbu yg gak pas juga ya?

dan apakah cara yang tadi bisa juga diterapkan di Satria F?
mohon jawabannya, thanks.

Ridho Ammar Harahap - 18 November 2014

oh ya, sebelumnya saya sudah kasih oli Shell AX 7, Repsol Sport, Pertamina Enduro. sekarang ini saya kasih Castrol synthetic 20-50

The Naked Rider - 18 November 2014

Bro Ridho, menurut saya cara menyetel karbu FU sama saja. Tentang oli, gunakan oli yang memiliki standar kepekatan SAE sesuai yang dianjurkan di dalam manual motor. Penggunaan oli yang terlalu encer atau terlalu kental (diluar standar SAE yang dianjurkan) akan mempengaruhi bunyi, perpindahan gigi dan tarikan mesin

6. Herinda Prasta - 26 October 2013

mas bro saya pake ger belkang 41.merk.sss

.depn.ori.ban.depn.ory.belakamg.pakai
150/60.toh.disemua.lini.trikan.enak.dri.cikarang.ke.krarawang.bisa.boncengn.sama.bini.bisa.nrik.gas.sampai.110km.tanp.getr.nyaman.banar.kite.punya.munding.buluk.ditungganginya

The Naked Rider - 6 October 2014

Sip

7. zulfikar - 20 February 2014

mas bro sy pake byson kluaran 2012, stelah pake stahun aman2 aja tp sekarang2 ini tiba2 motor mati di jalan, padahal hbs srvise busi jg baru, jd please solusinya bro…..ths

The Naked Rider - 6 October 2014

Biasanya kalau mati tiba2 hanya ada 2 perkara. Habis bensin dan pengapiannya mati. Pertama periksa bensin. Siapa tahu bensin sudah minim, harus pindahkan keran bensin dari On ke R. Kalau bensin ada, periksa apinya. Caranya cabut busi, sambungkan ke kabel busi, tempelkan ke body mesin, nyalakan kontak, coba kick starter keluar api apa tidak. Kalau tidak ada berarti ada yang salah di kabel yang menyangkut pengapian. Periksa kabel cdi, mungkin longgar. Periksa juga kabel starter. Periksa kerenggangan kepala busi. Mungkin terlalu renggang. Ketuk dikit supaya agak rapat. Sisa kan sekitar 1 mili.

8. Anonymous - 11 December 2014

Bro, gw br ganti ban depan 110-70 belakang 150-60 zeneos, rantai sm gir dpn blkng msh std, susggt ganti uk gir brp br tarikan spt semula, krn skrng terasa berat wlpun ban sdh pake nitrogen apalagi boncengan, terasa speed berkurang,…mohon infonya bro,..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hati-hati Menata Hati

seni menata hati, jiwa dan fikiran

Nunoo's Journal

An ignorant rider

kilaubiru™

Expect nothing. Do something.

INDOBIKERMAGS

Skutik - Bebek - Sport - Supersport - Superbike - Roadster - Cruiser - Cross - Heavy Enduro - Classic - WSBK - MotoGP

autoblogindonesia

A Simple Blog Contents Automotive Informations

Iwanbanaran.com

All About Automotif | Autonews | Discussion | Issue | Review | New product

tmcblog.com

Motorcycle News | New Product | Racing | Review |

Nichoz Blog

Otomotif | Review Produk | Elektronik | Kuliner | Oleh-oleh

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

smartf41z

doa untuk anakku (Faiz-Nafis) agar jadi anak smart

7Leopold7

Catatan ttg bron pit dan perjalanan saya bersama mereka

Otomotoshare's Blog

Sharing Through The Automotive World

learningfromlives.wordpress.com

Gubuk kecil untuk belajar dan berbagi pemikiran.

Yamaha Vixion Club Bogor

MoreThan A Club Activities

%d bloggers like this: